Add this

25 December 2009

Membaca isi dokumen PDF dengan suara

Inilah caranya

Baseball stadium


Acrobat Reader. Namanya saja sudah Reader, fungsinya ya jelas untuk membaca. Membacanya bukan cuma sekadar menampilkan lho. Tapi memang benar-benar bisa dibacakan isinya dengan suara. Seru khan?

Fitur yang diberi nama Read Out Loud ini punya dua pilihan, yaitu Read This page Only yang berfungsi untuk membacakan dokumen pada halaman yang aktif saja. Sedangkan yang satunya adalah Read To End Of Document, yang akan membacakan semua isi dari file tersebut.

Untuk mengaktifkan fitur ini ada beberapa tahapan yang perlu diikuti:

1. Buka dokumen PDF Anda, lalu tekan “Ctrl + K” dan halaman “preferences” akan muncul.
2. Klik pada “Reading” dan lakukan pengaturan pada halaman tersebut. Atau bila menggunakan cara panjangnya, klik “Edit > Preferences > Reading.
3. “Volume”, berfungsi untuk mengatur besar kecilnya suara yang dihasilkan. Dengan menghilangkan tanda checklist pada “use default voice”, Anda dapat memilih satu di antara 3 karakter suara yang akan membaca dokumen PDF Anda.
4. Dengan menghilangkan tanda checklist pada “Use default speech attributes” Anda dapat menentukan tinggi rendahnya nada suara melalui kolom “pitch”. Semakin tinggi angkanya, maka nada suara semakin tinggi. Sedangkan pengaturan pada “words per minute” akan menentukan kecepatan membaca. Semakin tinggi angkanya, maka dokumen akan dibaca dengan lebih cepat.
5. Bila sudah selesai dalam tahap pengaturan, klik “OK”.
6. Untuk mengaktifkannya, klik “View > Read Out Loud” > “Activate Read Out Loud” atau dengan menekan “Shift + Ctrl + Y”.
7. Untuk membaca hanya satu halaman, klik “View > Read Out Loud > Read This page Only” atau dengan menekan “Shift + Ctrl + V”.
8. Untuk membaca keseluruhan dokumen, klik “View > Read Out Loud > Read To End of Document” atau dengan menekan “Shift + Ctrl + B”.

Langkah-langkah di atas adalah untuk membaca suatu dokumen. Sedangkan untuk membaca form fields, dianjurkan untuk mengatur dulu Preference yang ada di menu “Edit”. Lalu pilih option “Reader”, aktifkan “Read Form Field”. Jangan lupa, pada saat Anda telah mengisikan suatu field dengan suatu teks atau angka, Anda harus menekan tombol “Tab” agar pembacaan teks dilanjutkan.

Agar Blog Cepat Dikenal

Sarana promosi


Agar maksimal, website harus mudah dikenali oleh situs pencarian semacam AOL Search, AltaVista, Google, Lycos, MSN Search dan Yahoo. Lalu bagaimana agar situs kita ramah search engine?

1. Gunakan META tags

Kebanyakan search engine akan melihat META tag di halaman web. Berikut adalah contoh bagaimana menggunakan tag .

Tag META ini harus diletakkan di dalam . Dalam "description", masukkan uraian singkat dari halaman Anda.

Dalam "keywords", berikan kata kunci yang menurut Anda mudah dan sederhana untuk ditemukan. Anda dapat memisahkan setiap kata kunci atau deskripsi dengan menggunakan koma (,) seperti yang ditunjukkan di atas.

2. Judul Halaman

Infoseek akan menggunakan judul sebagai prioritas utama dalam proses pencarian. Berikan judul dengan hati-hati. Cobalah memikirkan kata kunci apa yang diketik pengunjung untuk menemukan halaman anda. Yahoo juga menggunakan judul halaman dan keterangan yang Anda kirim ke pencarian.

3. Isi dari Halaman

Beberapa mesin pencari seperti Excite tidak akan membaca tag META, tetapi akan melihat isi konten dari situs Anda. Jika anda menggunakan peta gambar, pastikan bahwa Anda juga memiliki kata-kata sebagai alternatif.

4. Jangan ulangi kata kunci yang sama lebih dari 5 kali dalam tag META.

Lycos, akan memblok halaman anda dengan menempatkannya di dalam daftar atau di luar jika mereka menemukan bahwa Anda mengulangi kata-kata yang sama untuk meningkatkan peringkat.

5. Pastikan bahwa ada kata kunci dalam 3 tempat.

Pastikan bahwa ada kata kunci dalam 3 tempat. tag META, judul halaman, dan isi dari halaman Anda.

24 December 2009

Mencetak semua File PDF yang diproteksi

Begini caranya ?

Adobe Reader itu aplikasi yang “pasrah”. Kenapa begitu? Soalnya aplikasi ini Cuma menerima apa yang di-setting oleh pembuat dokumen. Dokumen dikunci fitur editing-nya, reader ikut, dokumen diproteksi pencetakannya, reader pun ngikut. Belum lagi batasan batasan lain seperti larangan untuk menambahkan komentar, mengisi form, dan sebagainya.

Tingkat proteksi seperti ini banyak dilakukan oleh beberapa perusahaan, misalnya oleh sebuah penerbit buku. Tujuannya jelas membatasi akses pembaca agar hanya dapat membaca tanpa dapat membuat hardcopy dari dokumen tersebut.

Gimana kalau kita benar-benar butuh pencetakan dokumen yang diproteksi tadi? Itu yang repot. Mari kita usahakan agar dokumen tadi bisa dicetak.

Untuk mempermudah pembahasan kali ini, akan dipaparkan terlebih dahulu cara membuat sebuah file pdf dengan tingkat proteksi High (128-bit RC4). Jalankan software pdf maker Anda masing-masing. Buat contoh kita pakai OpenOffice.org sebagai software pembuat pdf, dan bagi yang menggunakan selain OOo silahkan sesuaikan langkah untuk melakukan enkripsi dokumen sesuai software pdf maker Anda.

Setelah dokumen pada OOo dibuat, klik menu “File” > “Export as PDF...” atau dengan menggunakan mengklik tombol menu “Export Directly as PDF” yang ada pada main toolbar. Selanjutnya pada kotak dialog Export, silahkan pilih direktori tempat menyimpan dokumen PDF dan nama dari file tersebut. Klik tombol “Export...”.

Selanjutnya akan muncul jendela PDF Options untuk pengaturan sifat-sifat (properties) dokumen. Aktiflah pada tab “Security”. Berikan tanda centang pada pilihan Restrict permissions. Setelah itu klik tombol “Set permission password...”. Pada jendela Set Permission Password, masukkan kata sandi Anda pada baris isian Password dan ulangi pada baris isian Confirm. Klik “OK”.

Pada pengaturan Printing, silahkan pilih Not permitted untuk tidak mengijinkan melakukan pencetakan dokumen. Untuk pengaturan Changes, silahkan pilih Not permitted untuk tidak mengijinkan segala bentuk perubahan, termasuk di antaranya memutar halaman, mengisi form isian, memberikan komentar dan mengekstrak halaman. Selanjutnya hilangkan tanda centang pada pilihan Enable copying of content untuk tidak mengijinkan menyalin teks yang diseleksi. Hilangkan juga pilihan Enable text access for accessibility tools. Klik tombol “Export” untuk memulai proses pembuatan dokumen dalam format PDF.

Setelah selesai, silakan jalankan software Acrobat Reader Anda. Bukalah dokumen yang telah dibuat tadi. Setelah terbuka cobalah lihat pada ujung paling kiri status bar. Anda akan lihat sebuah ikon bergambar gembok berwarna kuning, tanda bahwa dokument PDF Anda terproteksi.

Cobalah juga untuk mengakses menu File. Akan didapati menu “Print...” dalam keadaan tidak aktif (disable). Sebagaimana halnya ketika menekan kombinasi tombol “Ctrl” + “P” tidak akan memberikan reaksi apa-apa. Selanjutnya cobalah akses “Select Tool” pada basic toolbar. Seleksilah beberapa potong kata atau kalimat, kemudian klik kanan di atasnya. Penulis hanya menjumpai pilihan menu “Select All” dan “Deselect All”, dan tidak dijumpai menu Copy. Cobalah akses menu “File” > “Document Properties...” atau dengan kombinasi tombol “Ctrl” + “D”.

Pada jendela Document Properties masuklah ke tab Security kemudian klik tombol “Show Details...”. Selanjutnya akan ditampilkan ringkasan keamanan dokumen PDF yang dibuat tadi, mulai dari metode security, penggunaan password, hal-hal yang diijinkan dan yang tidak diijinkan serta tingkat enkripsi yang dilakukan.

Agar Adobe Reader bisa mencetak, manfaatkan Linux. Di sini kita akan menggunakan contoh Linux dengan distro SimplyMEPIS 6.5 yang dilengkapi paket-paket extras Ubuntu "feisty fawn" 7.04.

Pastikan Anda sudah mempunyai paket yang bernama poppler-utils. Kalau belum, lakukan instalasi baik dengan melakukan kompilasi dari file tarball atau dengan menggunakan paket binary bawaan distro Anda. Untuk pengguna Debian (termasuk Ubuntu) dan turunannya, gunakan satu baris perintah ini dengan akses root.

# apt-get install poppler-utils

Selanjutnya masuklah ke direktori tempat file PDF tersebut berada. Direktori yang digunakan dalam artikel ini adalah $HOME/Documents. Untuk melihat informasi mengenai dokumen PDF, gunakan perintah pdfinfo. Pola perintah yang diberikan adalah

$ pdfinfo “options”

Akan ditampilkan informasi yang berhubungan dengan file tersebut, termasuk apakah dokumen dienkripsi dan berbagai perlakuan yang diperbolehkan terhadap dokumen tersebut. Untuk menkonversi dokumen PDF ke format teks, gunakan perintah pdftotext dengan pola

$ pdftotext “options”

Untuk mengkonversi PDF ke format postscript, gunakan perintah pdf2ps dengan pola

$pdf2ps “-dASCII85EncodePages=false” “-dLanguageLevel=123” input.pdf “output.ps”

Untuk mengekstraksi gambar yang berada pada dokumen tersebut, gunakan perintah pdfimages, dengan pola

$ pdfimages “options”

Di sini terlihat bahwa dokumen yang dienkripsi dengan berbagai pembatasan di atas ternyata dapat dikonversi ke teks walaupun sebelumnya tidak dapat disalin dengan cara menyeleksi teks dari Acrobat Reader.
Untuk melakukan pencetakan, yang diperlukan hanyalah aplikasi kghostview. Sejatinya kghostview memang untuk membaca dokumen postscript, namun selain file ps format pdf pun dapat dibaca oleh aplikasi yang satu ini. Bagaimana jika dokumen 'teramankan' tadi dibuka selain menggunakan kghostview, seperti kpdf atau xpdf? kpdf tidak memberikan akses untuk mencetak dokumen.

Melakukan pencetakan dokumen lewat kghostview, sama halnya dengan aplikasi lainnya, cukup dengan mengakses menu “File” > “Print...” atau dengan shortcut “Ctrl” + “P”. Tidak akan muncul peringatan bahwa dokumen PDF diproteksi dan sebagainya dan dokumen PDF tersebut pun akan dicetak di atas kertas. Pengaturan pencetakan pun dapat dilakukan, semisal pemilihan printer yang akan digunakan, pengaturan ukuran kertas, kualitas pencetakan, halaman yang akan dicetak dan sebagainya.

Sebagai informasi, versi PDF yang digunakan dalam tutorial ini adalah 1.4 (hasil generate OOo).

Merubah nuansa warna pada Microsoft Word

Bisa diubah kok

Biru. Itulah yang jadi nuansa warna standari di Microsoft Word. Microsoft menyediakan nuansa warna lain yang dapat dipilih oleh penggunanya. Jadi, untuk mengubah-ubah tampilan, pengguna tidak perlu instal aplikasi apa-apa lagi.

Tinggal ikuti langkah-langkah ini saja. Oh ya, trik ini bisa juga dipakai di aplikasi Microsoft Office yang lain.

1. Klik tombol “Office”, lalu klik “Word Options”.

2. Di tab “Popular”, cari “Color Scheme”.

3. Coba ganti dari “Blue” jadi “Black”. Klik “OK”. Word akan tampak seperti pada gambar “Word dengan tampilan hitam”.

4. Coba kembali ke “Word Options” terus ganti jadi “Silver”. Apa yang terjadi?

5. Silakan pilih nuansa yang Anda suka.

23 December 2009

Membuat Restart Windows lebih cepat

Swap file perlu diatur

Virtual Memory, atau yang lebih dikenal dengan nama swap file, merupakan memori bohong-bohongan yang terletak di dalam hard disk. Pada dasarnya, Virtual Memory berguna jika RAM yang terdapat di sistem sudah tidak mencukupi sehingga dipakailah ruang hard disk sebagai tempat penyimpanan sementara. Karena itu, tidak mengherankan jika ukuran Virtual Memory bisa disetel sampai 2 kalinya RAM sistem.

Tapi tahukah Anda, besar-kecilnya Virtual Memory dapat mempengaruhi kecepatan shutdown atau reboot Windows. Semakin besar Virtual Memory, semakin lama pula Windows melakukan reboot atau shutdown.

1. Klik menu “Start”, lalu ketik “Local Security Policy”.
2. Atau coba ketikkan “secpol.msc” di menu Start. Lihat kolom kiri, lalu pilih “Security Settings > Local Policies > Security Options > Shutdown : Clear virtual memory pagefile”. Set value-nya menjadi “Disabled”.

Anda memiliki RAM sistem yang besar? Anda dapat pula menyetel supaya Windows berjalan tanpa Virtual Memory dengan cara ini.
1. Klik kanan “Computer > Properties”. Pilih “Advanced system settings”.
2. Klik “Settings” pada bagian Performance. Pada window “Performance Options”, klik tab “Advanced”.
3. Di bagian “Virtual memory”, klik “Change”. Di situ Anda dapat melihat di kandar mana XP menaruh Virtual Memory.
4. Untuk men-disable penggunaan Virtual Memory, pilih kandar di mana XP menaruh Virtual Memory (pagefile.sys), lalu klik “No Paging File”, dilanjutkan dengan mengklik “Set”. Setelah itu, reboot komputer Anda.

Virtual Memory ini bisa dibilang bagai buah simalakama. Misalnya, jika Anda ingin mempercepat shutdown atau reboot dengan men-disable fitur “Shutdown : Clear virtual memory pagefile” pada “Local Security Policy”, sistem Anda jadi kurang aman karena cracker bisa saja “melihat-lihat” isinya. Sebaliknya, bila Anda tidak memakai Virtual Memory, bisa-bisa sistem Anda menjadi kurang stabil.

Sebagai jalan tengah, bagi Anda yang memiliki RAM sistem berukuran besar, ada baiknya menggunakan sedikit Virtual Memory. Sebagai contoh, bila Anda memiliki 1GB RAM, Anda bisa memakai Virtual Memory sebesar 256MB atau 128MB dengan tetap menyetel “Shutdown : Clear virtual memory pagefile” menjadi “Enabled”. Besar-kecilnya Virtual Memory dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ruang hard disk.

Meng-kunci Setting File Temporer Internet

Memang menjadi tempat penyimpanan

Soccer team practicing on field at night


Temporary Internet Files itu tempat berkumpulnya file-file dari internet yang lahir setiap kali Anda membuka suatu halaman web. File-file ini memang sengaja disimpan supaya saat Anda mengunjungi kembali halaman web yang sama, prosesnya bisa berjalan dengan lebih cepat.


Untuk mengubah setting Temporary Internet File tersebut, lakukan langkah berikut.

1. Pilih “Start > Control Panel > Network and Internet > Internet Options”.

2. Pada tab “General”, ada bagian yang mengatur setting Temporary Internet File tersebut. Di sana terdapat dua pilihan, yaitu “Delete…” dan “Settings”. Pada pilihan “Delete”, Anda bisa menghapus semua file-file pada folder Temporary Internet Files. Sedangkan melalui pilihan “Settings”, Anda bisa mengatur berapa kapasitas maksimal yang bisa ditampung oleh folder Temporary Internet Files.


Supaya settingan ini tidak bisa digonta-ganti oleh orang lain, lakukan langkah berikut.

1. Jalankan Registry Editor.
2. Masuk ke key “HKEY_CURRENT_USER-SOFTWARE-Policies-Microsoft-Internet Explorer-Control Panel”.
3. Pada panel sebelah kanan, klik kanan, pilih “New > DWORD Value”, lalu beri nama Settings.
4. Klik ganda DWORD Value tersebut, lalu isikan angka 1.
5. Tutup Registry Editor.


Sekarang, jika Anda membuka Internet Options dan mengklik dua pilihan pada tab General bagian Temporary Internet Files, tidak akan berpengaruh apa-apa.

20 December 2009

Menambah Kecepatan pembacaan sebuah folder

Memperbesar cache


Fenway Park


NTFS adalah file sistemnya sistem operasi yang dibangun dengan fondasi NT. Karena Windows 7 menggunakan kernel atau inti dari OS Windows NT, maka sistem operasi ini juga mendukung NTFS.



Nah, sebagai OS yang dapat menggunakan file sistem NTFS, ia membutuhkan sebuah cache yang berfungsi menampung informasi mengenai file yang terdapat di dalam sebuah folder. Seperti apa cara kerjanya? Ketika Anda membuka sebuah folder untuk pertama kalinya, Windows akan membaca dan menampung informasi detail mengenai folder yang Anda buka tersebut ke dalam sebuah cache. Informasi ini kemudian akan digunakan jika Anda membuka folder yang sama di lain waktu sehingga prosesnya akan lebih cepat.



Dengan memperbesar cache ini, tentunya kecepatan Windows Anda dalam membaca sebuah folder akan meningkat pula. Untuk melakukannya, praktekkan langkah berikut.



1. Jalankan Registry Editor melalui menu “Start”, lalu ketik: regedt32.


2. Masuklah ke sub key HKEY_LOCAL_MACHINE-SYSTEM-CurrentControlSet-Control-FileSystem.


3. Pada sub key “FileSystem”, klik kanan mouse di bagian kanan window, lalu klik “New > DWORD (32 bit) Value”.


4. Beri nama DWORD Value baru tersebut dengan nama “NtfsMftZone Reservation”.


5. Klik kanan DWORD Value NtfsMftZone Reservation ini, kemudian pilih “Modify”.


6. Isikan Value Data yang diminta dengan nilai 2.


7. Tekan “OK”, tutup jendela Registry Editor, lalu restart PC.