Add this

08 January 2010

Bermain dengan 3D di Photoshop

Kelereng menjadi tiga dimensi


San Joaquin Valley Rice Fields


Adobe Photoshop tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk memanipulasi foto atau gambar. Di edisi CS4 Extended, aplikasi ini menyediakan pula fasilitas untuk menciptakan gambar tiga dimensi (3D). Meski sederhana, hasilnya cukup ciamik serta praktis digunakan.

Beberapa bentuk 3D siap-pakai, mulai dari bentuk kotak, bola, donat, hingga kaleng bisa Anda manfaatkan. Tinggal pilih foto, klik beberapa opsi, gambar 3D bisa langsung tercipta.

Sebagai contoh, saya akan mengajak Anda membuat kelereng keramik (marble). Mengubah tekstur keramik menjadi bola bisa kita lakukan dengan sedikit langkah saja.

Sudah siap mencoba? Mari kita mulai saja.

1. Buatlah sebuah dokumen gambar baru. Ukuran dan resolusinya bebas. Jika nantinya ingin dicetak, pilihlah resolusi 300 pixels/inch. Jika sudah, siapkan foto atau gambar tekstur yang akan diterapkan pada gambar 3D.
2. Saya memperoleh gambar tekstur marmer ini dari internet. Dengannya, saya akan membuat sebuah kelereng dari marmer. Masukkan gambar dengan mengklik [File] > [Place…]. Cari dan pilih gambar yang dipakai, lalu klik [Place].
3. Setelah gambar masuk, tekan [Enter]. Pilihan bentuk 3D tersedia di menu [3D] > [New Shape From Layer]. Di sini tersedia sejumlah bentuk 3D yang bisa dipakai secara langsung, mulai bentuk kubus, bola, hingga kaleng soda.
4. Untuk menyulap gambar tekstur marmer tersebut menjadi bola kelereng, klik [3D] > [New Shape From Layer] > [Sphere]. Tunggu beberapa saat hingga gambar bola 3D bertekstur gambar pilihan Anda muncul.
5. Kini dua tool 3D di toolbox sudah dapat digunakan. Untuk mengolah gambar, manfaatkan tool di jajaran "3D Rotate Tool". Fitur ini terdiri dari lima tool, yakni 3D Rotate Tool (berfungsi untuk merotasi bentuk 3D ke segala arah), 3D Roll Tool (merotasi bentuk 3D secara satu arah), 3D Pan Tool (mengubah atau menggeser posisi bentuk 3D), 3D Slide Tool (mengubah posisi dan ukuran bentuk 3D), dan 3D Scale Tool (mengubah ukuran bentuk 3D).
6. Supaya tampil lebih realistis, aturlah pencahayaan bentuk 3D yang Anda buat. Manfaatkan panel 3D untuk mengelola gambar. Untuk memunculkannya, klik [Window] > [3D]. Untuk menambahkan efek cahaya, klik tab [Filter: By Lights] berikon bohlam.
7. Ada tiga jenis pencahayaan yang disediakan, yakni Point, Spot, dan Infinite. Biasanya, pencahayaan secara default adalah Infinite. Nah, untuk membuat pencahayaan baru, klik tombol berikon lembaran kertas di panel “3D”, lalu pilih jenis pencahayaan yang dibutuhkan.
8. Sebuah layer cahaya baru akan muncul. Klik layer baru tersebut, lalu atur intensitas pencahayaannya melalui menu “Intensity”. Anda bisa mengatur jatuhnya cahaya memakai tool yang ada di panel properties layer cahaya.

TIPS: Makin Realistis Makin Bagus
Refleksi pantul bisa diutak-atik lagi supaya tampilannya makin realistis. Ubah layer 3D menjadi gambar dengan mengklik-kanan layer tersebut di panel “Layers”, lalu pilih [Rasterize]. Gandakan layer berisi gambar 3D dengan mengklik layer “Background”, lalu tekan tombol [Ctrl] + [J]. Klik [OK] di boks notifikasi yang muncul.

Karena kondisi refleksi selalu terbalik dari posisi foto utama, Anda harus merotasinya. Klik layer duplikasi, lalu klik [Edit] > [Transform] > [Flip Vertical]. Jika gambar diminta untuk diubah menjadi “Smart layer”, klik saja [Yes]. Layer duplikasi akan terbalik secara vertikal. Ubah blending mode layer tersebut—melalui lewat menu drop-down di atas boks dialog Layer—menjadi [Multiply]. Geser layer sampai refleksinya berada tepat di bawah obyek utama.

Refleksi tidak akan memunculkan obyek utama secara utuh. Umumnya, ada kesan gradasi di refleksi. Untuk membuatnya, manfaatkan fasilitas gradient tool. Pertama, buat dulu mask layer dengan mengklik layer duplikasi, lalu klik [Layer] > [Layer Mask] > [Reveal All].

Setelah terbentuk layer mask, klik [Gradient Tool]. Pastikan warna yang terpilih di dua kotak warna—foreground dan background color—adalah hitam dan putih. Pilihlah mode [Black to Transparant] pada menu “Gradient Editor” di sisi atas, lalu gunakan gradasi jenis [Linier].

Klik tarik gradient tool dari arah bawah ke atas pada layer mask di layer hasil duplikasi hingga mendekati posisi foto obyek utama. Lihatlah, kini obyek pada layer duplikasi tampak seperti samar-samar. Supaya tidak terlalu tajam, turunkan sedikit nilai opacity layer duplikasi.

Buatlah bayangan jatuh di bawah kelereng menggunakan [Elliptical Marquee Tool]. Buatlah bentuk oval dalam layer baru di bawah layer kelereng, warnai hitam, lalu beri filter [Filter] > [Blur] > [Motion Blur]. Pilih “Angle” 0 derajat, lalu nilai “Distance” maksimal. Klik [OK]. Lihat hasilnya.

05 January 2010

Aplikasi gratis untuk mendesain bangunan tempat tinggal

Lingkup yang sederhana

Terraced Rice Paddies


Merancang rumah tanpa bekal ilmu yang relevan seringkali menjadi masalah. Urusan yang satu ini sebaiknya memang diserahkan saja kepada ahlinya, yaitu para arsitek. Tapi, jika Anda keukeuh ingin mencoba merancang sendiri, ya boleh-boleh saja.


Banyak software yang bisa membantu Anda merancang rumah sendiri. Bukan software yang rumit seperti Autocad atau sejenisnya loh ya. Ada kok perangkat lunak untuk merancang yang pemakaiannya lebih simpel. Salah satunya adalah Sweet Home 3D.

Aplikasi gratisan ini dapat dimanfaatkan untuk mendesain bangunan tempat tinggal dalam lingkup sederhana. Anda bisa menggunakannya untuk membuat denah rumah dan mengatur tata letak perabot rumah. Cara pakainya sangat simpel, karena menggunakan sistem drag-and-drop.

Hasilnya bisa Anda lihat secara real-time dalam bentuk 3D —meski saat membuatnya menggunakan format 2D. Anda dapat melongoknya seakan-akan masuk ke dalam rancangan rumah tersebut melalui fitur virtual tour. Keren, kan?

Berminat mencoba aplikasi gratisan ini? Ikuti langkah-langkah berikut.

1. Unduh, instal, dan jalankan aplikasi Sweet Home 3D (bisa diperoleh di www.sweethome3d.eu). Anda akan melihat tiga jendela dalam aplikasi tersebut—jendela sisi kiri berisi komponen penyusun rumah (jendela hingga perabot), sisi kanan-atas berisi area kerja gambar, dan sisi kanan bawah berisi preview 3D rancangan.

2. Ubah satuan ukur aplikasi. Klik [File] > [Preferences…]. Di boks "Preferences", pilih [Meter] pada menu "Unit". Jika ingin dapat mengaplikasikan warna dan tekstur pada rumah, klik [Floor color or texture]. Klik [OK].

3. Mulailah membuat rancangan denah rumah. Pastikan Anda telah mengetahui ukuran luas bangunan. Klik tombol [Create Walls]. Buatlah dinding utama rumah dengan mengklik-tarik pointer hingga membentuk garis. Jika sudah selesai, klik-dobel pointer untuk menghentikan proses pembuatan dinding.

4. Tampilan 3D dinding rumah akan langsung muncul di jendela sisi kanan bawah aplikasi. Anda bisa membentuk dinding dalam rumah melalui tombol [Create Room]. Cara penggunaannya sama dengan membentuk dinding. Tool ini akan membuat area ruang plus menampilkan ukurannya.

5. Setelah ruangan-ruangan terbentuk, buatlah dinding ruangan dengan [Create Walls] kembali. Setelah terbentuk, modifikasi setiap ruangan dengan mengklik-kanan salah satu ruangan, lalu klik [Modify rooms…] dari menu yang muncul.

6. Beri nama ruangan pada "Name". Pilih warna atau tekstur untuk lantai dan langit-langit di dua menu di bawah. Untuk mengganti lantai menjadi lantai keramik, centangi [Display Color], klik [Texture] dan tombol di sampingnya, lalu pilih tekstur lantai yang diinginkan. Klik [OK]. Lantai akan terlihat di jendela ruangan 3D.

7. Modifikasi dinding dengan mengklik-kanan salah satu dinding di jendela kanan atas, lalu klik [Modify walls...]. Kelola warna dan tekstur di menu "Left Side" dan "Right Side". Masing-masing permukaan dinding dapat diatur. Anda juga dapat mengelola ketebalan sampai ketinggian dinding di menu lain. Klik [OK].

8. Buatlah pintu dan jendela. Klik segitiga di opsi [Doors and windows] yang ada di jendela sisi kiri atas. Buat kusen lebih dulu. Klik [Door frame], lalu tarik ke jendela kanan atas. Tempatkan pada posisi yang diinginkan. Jika ingin ukurannya diubah, klik-dobel kusen, lalu atur ukuran di boks yang muncul. Klik [OK].

9. Selanjutnya, masukkan pintu dengan mengklik-tarik [Door] ke arah kusen. Perhatikan arah bukaan pintu. Jika garis lengkung berada di dalam ruangan, berarti bukaan pintu mengarah ke dalam. Anda bisa memasang jendela dengan cara yang sama memakai komponen berlabel “Windows”. Pilih jenis jendela yang dikehendaki.

10. Setelah bangunan selesai, Anda bisa merancang tatanan perabot di dalam rumah. Pilih jenis perabotan dari menu jendela kiri atas. Untuk dapur misalnya, cari perabot di “Kitchen”. Klik-tarik perabot yang diinginkan di posisi ruangan dapur. Tata posisi dan arahnya.

11. Tampilan 3D rancangan rumah Anda dapat dirotasi dengan mengklik-tarik gambar di jendela kanan bawah agar Anda dapat melihat seluruh posisi ruangan. Anda bisa mengunjungi setiap ruangan dengan mengklik [3D view] > [Virtual visit].

12. Simpan rancangan Anda untuk dikonsultasikan ke arsitek atau kontraktor. Klik [File] > [Save]. Beri nama dan simpan. Ingat, file ini hanya dapat disimpan dalam format bawaannya. Jika ingin dikirim ke pihak lain, simpanlah dalam format PDF dengan mengklik [File] > [Print to PDF...].

Memerintah Office dengan menggunakan suara

Speech recognition

Rice Field in Burma


Idem dengan Windows Media Player, Anda juga dapat memerintah Office menggunakan suara atau biasa disebut speech recognition. Selain itu, Anda dapat pula mendikte atau memilih menu, toolbar, dan kotak dialog pakai suara (dengan bahasa Inggris).

Belum pernah menggunakan aplikasi ini? Anda bisa melakukan instalasi dengan mengklik “Speech” pada menu Tools di Microsoft Word, atau menjalankan Custom installation pada saat instalasi Microsoft Office. Setelah terinstal, tombol Speech akan muncul di menu Tools di semua program Microsoft Office.

Untuk mulai menggunakannya, Anda memerlukan sebuah mikrofon yang terhubung dengan sound card atau USB, komputer dengan kecepatan minimal 400MHz atau lebih, RAM minimal 128MB atau lebih, dan Windows 98 sampai yang terbaru.

Ada dua pilihan mode yang disediakan fitur ini, yakni Voice Command dan Dictation. Mode Voice Command memungkinkan Anda memberikan perintah pada Microsoft Word, misalnya untuk memilih menu, toolbar, kotak dialog, atau untuk mengubah format dokumen. Sedangkan untuk mendikte Microsoft Word sehingga Anda tidak perlu lagi mengetikkannya dengan keyboard, pilih mode Dictation. Untuk berpindah antara mode Voice Command dan Dictation, klik saja tombol pada Language bar atau dengan mengatakan "voice command" atau "dictation" di mikrofon.

Contoh speech recognition untuk mengubah font via suara:

1. Untuk membuka kotak Font pada toolbar Formatting, katakan: "font".
2. Untuk mengganti font dari Times New Roman ke Verdana, katakan: "verdana".

Membuat Wav dari MP3 di Winamp

Inilah caranya !


New Bangkok International Airport


Winamp punya fitur untuk mengubah-ubah format audio, termasuk mengubah MP3 jadi WAV. Kenapa MP3 malah dijadikan WAV? Buat keperluan edit, kadang kita butuh format WAV.Nah, bikin WAV dari MP3 hanya perlu sedikit konfigurasi. Begini konfigurasinya.

Konfigurasi
1. Jalankan Winamp dan keluarkan “Winamp Preferences” dengan menekan tombol [Ctrl] + [P] di keyboard.
2. Klik [Plug-ins] di menu bagian kanan. Tampillah beberapa plugin yang sudah terbundel bersama Winamp. Ada 2 plugin yang akan kita gunakan, yaitu waveOut output dan Nullsoft Disk Writer plugin.
3. Pilihlah [waveOut output] dan klik tombol [Configure]. Setelah kotak “waveOut settings” tampil, pilih peranti yang akan digunakan di “Device” lalu beri tanda centang pada [Alt]. Aktifkan “method (slow)” agar saat proses konversi berlangsung suara dapat didengarkan. Simpan pengaturan dan tutup boks ini dengan mengklik tombol [OK].
4. Berikutnya kita tentukan lokasi penyimpanan file hasil konversi. Klik [Nullsoft Disk Writer] dan klik kembali tombol [Configure]. Pilih lokasi penyimpanan dengan cara mengklik tombol [Output directory]. Aktifkan [Kill null samples at the beginning] agar suara kosong di awal tidak disertakan. Simpan pengaturan dan tutup boks ini dengan mengklik tombol [OK].
5. Konfigurasi telah selesai dilakukan. Jendela “Winamp Preferences” dapat ditutup. Klik tombol [Close].


Konversi
1. Masukkan semua file MP3 yang formatnya ingin diubah ke dalam playlist Winamp. Klik tombol [Play] untuk memutar lagu sekaligus memulai proses konversi.
2. Setelah seluruh file selesai dimainkan, bukalah jendela Windows Explorer. Periksa hasilnya di folder yang telah Anda tentukan.

Mengganti shortcut baku pada MS Word

Yuk, ganti !



Pada Microsoft Word, mengklik icon [Open]/[Save] pada toolbar akan memunculkan jendela dialog yang pada bagian tengahnya terdapat Explorer tempat kita menentukan letak dokumen yang akan kita buka atau simpan. Di samping kanannya terdapat preview dari dokumen yang akan kita buka. Sedangkan di samping kiri terdapat shortcut menuju Desktop, My Documents, History, Favorites, dan Web Folder.

Tentu saja hal tersebut dibuat oleh Microsoft agar kita mudah dalam menuju folder-folder tersebut. Tetapi apakah dokumen yang akan kita buka terletak di salah satu folder tersebut? Belum tentu kan?

Nah jika tidak suka dengan shortcut yang tidak perlu itu, hilangkan saja. Anda bahkan dapat menambahkan shortcut menuju folder favorit Anda sendiri.

Untuk menghilangkan shortcut yang tidak perlu tersebut, masuklah ke registry. Untuk itu langsung saja klik [Start] > [Run], dan ketikkan regedit. Masuk ke key HKEY_CURRENT_USER-Software-Microsoft-Office-9.0-Common-Open Find- Places-StandardPlaces.

Di dalamnya terdapat lima key, yaitu Desktop, Favorites, My Document, Publishing, dan Recent. Key inilah yang menciptakan shortcut pada jendela Open / Save pada Microsoft Word Anda. Key Desktop, Favorites, dan MyDocuments merujuk ke shortcut Desktop, Favorites, dan My Documents, sedangkan key Publishing merujuk ke shortcut Web Folders, dan key Recent merujuk ke shortcut History.Untuk menghilangkan shortcut Web Folders, Anda dapat masuk ke key Publishing, klik ganda DWORD Value yang bernama Show, ganti Value Data-nya menjadi 0. Sekarang coba Anda buka Microsoft Word dan klik icon [Open]/[Save], akan tampak kalau shortcut Web Folder sudah tidak ada.

Untuk menghilangkan shortcut Web Folders, Anda dapat masuk ke key Publishing, klik ganda DWORD Value yang bernama Show, ganti Value Data-nya menjadi 0. Sekarang coba Anda buka Microsoft Word dan klik icon [Open]/[Save], akan tampak kalau shortcut Web Folder sudah tidak ada. Untuk menghilangkan shortcut lain, Anda dapat melakukannya pada key-key lainnya sesuai dengan shortcut yang ingin Anda hilangkan.

Kalau kita tadi sudah bisa menghilangkan shortcut yang tidak perlu, sekarang kita akan membuat shortcut yang akan merujuk ke folder favorit kita.Untuk itu masuk ke key HKEY_CURRENT_USER-Software-Microsoft-Office-9.0-Common-Open Find- Places-, buat key baru dengan nama UserDefinedPlaces. Di dalamnya buat key lagi dengan nama misalnya shortcut1 atau terserah Anda. Di dalam key shortcut1 tersebut buat String Value dengan nama Name, dan isikan Value Data-nya dengan nama terserah Anda (nama ini yang mucul pada jendela Open/Save Microsoft Word).

Kemudian buat String Value lagi dan kali ini beri nama Path, dan isikan Value Data-nya dengan alamat lengkap dari folder yang ingin Anda buat shortcut-nya. Setelah itu coba Anda buka lagi jendela Open/Save, dan shortcut buatan Anda tadi akan terlihat di sana.
Anda dapat membuat shortcut favorit Anda tersebut lebih dari satu, tetapi ingat, jumlah shortcut maksimal yang bisa tampak pada jendela Open/Save hanya lima, termasuk shortcut standar dari Microsft Word. Jadi jika ingin membuat satu shortcut favorit, Anda harus menghilangkan salah satu shortcut standar Microsoft Word. Dan jika ingin membuat lebih dari satu, tentu saja Anda juga harus menghapus shortcut standar Word lebih dari satu.

04 January 2010

Kemampuan Bakar tanpa Batas di Nero Burning ROM

Memaksa Nero Burning ROM

Farmers Shaping Dikes of Rice Paddy


Coba deh perhatikan perilaku aplikasi Nero Burning ROM saat Anda membakar disc. Ia secara otomatis menyesuaikan kemampuan maksimal disc dengan burner-nya. Jika Anda memasukkan CD dengan kemampuan bakar 32x pada folder CD-R berkecepatan 52x, maka —ketika Anda membakar CD tersebut— opsi kecepatan yang tersedia hanya akan mencapai 32x.


Repotnya, tidak semua CD memiliki kecepatan bakar yang dapat dikenali oleh Nero. Beberapa jenis CD kosong yang kurang bermutu seringkali mengadopsi burning speed di bawah angka yang tertera di kepingnya.

Nah, untuk “memaksa” CD semacam itu supaya mau dibakar dengan kecepatan yang tertera di kepingnya, praktekkan trik ini.

1. Klik Start > Run, lalu ketik regedit pada menu Run.
2. Di jendela Registry Editor, masuklah ke subkey HKEY_CURRENT_USER-Software-Ahead-Nero Burning ROM-Recorder.
3. Di sisi kanan jendela, klik kanan mouse, lalu pilih New > DWORD value.
4. Namakan DWORD value baru tersebut dengan “UseStaticWriteSpeedTable”.
5. Berikan nilai 1 untuk Value data UseStaticWriteSpeedTable tersebut.
6. Tekan OK, lalu tutup Registry Editor.
7. Restart Windows.Setelah beres mengedit si registry, Anda bisa langsung memanfaatkannya untuk membakar CD dengan kecepatan maksimal.

Trik untuk menyimpan kompilasi disc yang sudah dibakar

Tanpa gangguan lho …. !


Marina Piccola beach, Bagni Internazionali


Setiap kali membuat CD atau DVD, Anda akan diminta untuk menyimpan kompilasi data yang terdapat dalam cakram ke dalam hard disk. Fungsi penyimpanan ini berguna jika Anda ingin melanjutkan penyusunan kompilasi dan belum sempat membakar data tersebut. Padahal, pada sebuah kompilasi yang telah dipindahkan ke dalam disc, fitur tersebut nyaris tidak diperlukan lagi.


Tapi sering terjadi, setiap kali menutup jendela kompilasi usai membakar disk, Anda selalu diminta untuk menyimpan kompilasi disk yang telah dibakar. Nah, untuk menghilangkan gangguan ini, terapkan langkah-langkah berikut.


1. Jalankan program Nero Burning ROM dari menu Start > All Programs > Nero > Nero 9 > Nero Burning ROM.

2. Di jendela program, pilih menu File > Options.

3. Klik tab Misc.

4. Pilih radio button “If the project/compilation was not burnt successfully” di bawah opsi “Prompt to save unsaved project/compilation when exiting”.

5. Konfirmasikan perubahan dengan mengklik OK.


Dengan mengaplikasikan trik ini, Anda tidak akan diminta lagi menyimpan kompilasi setiap kali menutup jendela Nero usai burning. Meski demikian, jika perlu, Anda tetap dapat menyimpan kompilasi secara manual.

03 January 2010

Mengetahui ukuran Buffer pada Nero Burning ROM

Status Buffer Drive


Rice Fields and Gunung Kerinci, Sumatra


Dalam proses burning disk, ada banyak tahap yang harus dilalui oleh data. Sebelum data dapat ditulis, ia harus disalin dulu dari disk sumbernya ke dalam cache. Dari situ, data kemudian dikirim ke drive CD atau DVD writer. Setelah sampai, data enggak bisa langsung ditulis begitu saja. Ia harus ditampung dulu di dalam buffer sesuai urutan datanya.

Besarnya buffer berbeda-beda sesuai merek dan tipe drive. Semakin besar buffer, semakin cepat pula proses penulisan secara keseluruhan. Selain itu, kemungkinan gagalnya proses writing juga dapat dikurangi. Dari buffer, barulah data ditulis ke dalam keping disk optik.

Di program Nero Burning ROM, kita bisa mengetahui status buffer drive tersebut dengan mudah.

Caranya, aktifkan opsi drive buffer pada Options program. Begini langkah-langkah detailnya.

1. Klik Start > All Programs > Nero > Nero > Nero Express.
2. Klik kotak berlogo segi tiga yang mengarah ke kiri.
3. Pilih menu Options yang ada di bagian Advanced.
4. Pada jendela Options, buka tab Misc.
5. Dalam box Options, carilah grup Burning dan beri tanda cek pada menu “Show drive buffer status while burning”.
6. Tekan OK untuk menutup jendela Options.

Membuat CD bootable di Nero Burning ROM

Praktis untuk ditemukan


Dulu, kalau mau bikin CD bootable, Anda mesti membuatnya melalui disket. Pertama-tama, Anda harus membuat startup disk, lalu disket tersebut dibuat image-nya ke dalam CD. Cara ini selain merepotkan juga membutuhkan floppy disk yang masih bagus.

Untuk mengatasi hal tersebut, Nero Burning ROM menyediakan file image dari startup disk yang biasa digunakan di Windows. Pembuatan startup disk ini tidak lagi memerlukan disket.

Begini cara membuat bootable CD di Nero:

1. Jalankan Nero Burning ROM. Di jendela New Compilation, pilih CDROM – (Boot).

2. Di dalam tab Boot, pilih Image File. Secara default, ia akan menuju ke folder -Program Files-Nero-Nero 9-Nero Burning ROM-DosBootimage.IMA. Jika tidak ada, klik , lalu cari file bernama DosBootimage.IMA. File inilah yang merupakan emulasi atau image dari startup disk. Beri checklist pada “Enable expert setting”, lalu klik New.

3. Langkah selanjutnya sama seperti proses burning biasa.

Untuk mencobanya, setelah selesai dibakar, restart dulu PC Anda lalu coba booting melalui CD. Salah satu keuntungan membuat bootable CD dari Nero ini, sistem bisa membaca partisi NTFS dari DOS. Sebagai informasi, pada startup yang biasa dibuat oleh Windows, hanya partisi FAT yang bisa dibaca. Sedangkan untuk membaca NTFS dari DOS, Anda harus meng-instal program lain seperti NTFS Floppy keluaran LSoft Technologies.