Add this

02 February 2011

Canon semakin canggih dengan dukungan video full HD

Canon EOS 7D

Canon merilis EOS 7D. Kamera 18 megapixel ini sanggup memotret burst 8 fps tanpa putus smpai 126 Large JPG, ketika pengguna emakai kartu CompactFlash UDMA. Ini berkat kombinasi pengunaan sensor CMOS, dan processor imaging Dual DIGIC 4 Canon. Dukungan rekaman video Full HD 1920 x 1080 dengan frame rate yang bervariasi (24p, 25p, 30p), dan kendali exposure manual juga dimungkinkan.

Fitur baru mencakup Canon iFCL Metering System (Intelligent Focus, Color, Luminance), dan Intelligent Viewfinder. Fitur system Autofocus desain baru menggunakan multi-axis cross-type 19-point AF grid dengan titik yang tersebar merata, dan ditampilkan mellaui Intelligent Viewfinder. Ke-19 titi itu f/5.6 – sensitive untuk focus cross-type horizontal dan vertikal.

Desain baru system exposure metering telah melengkapi system AF yang baru. iFCL metering Canon mencakup 63-zone dual-layer metering sensor yang mempertimbangkan iluminasi dan warna-warna, demi menyajikan hasil yang konsisten di semua kondisi pencahayaan serta mendukung penggunaan ISO rendah hingga tinggi.

Harga: US$ 1699

Info: dphotojournal.com


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


EOS. Singkatan dari Electro Optical System, sebuah sistem kamera Canon yang menekankan penggunaan auto focus (AF) pada sistem kameranya. Canon EOS menggunakan format kamera 35 mm, dan system kamera digital SLR EOS kali pertama diperkenalkan pada tahun 1987.

CMOS. Complimentary Metal Oxide Semiconductor (CMOS) adalah nama bagi suatu kelompok besar sirkuit terpadu. Chip CMOS termasuk micro processor, microcontroller, RAM statis, dan gaya mendesain sirkuit digital lainnya. CMOS juga sekaligus adalah proses yang digunakan untuk mengimplementasikan sirkuit tersebut pada suatu IC. CMOS menggunakan kombinasi dari transistor MOSFET tipe ‘p’, dan juga transistor MOSFET tipe ‘n’.

ISO. Istilah dalam fotografi untuk mengukur tingkat kesensitivitasan atau kepekaan film foto terhadap cahaya Film dengan kepekaan rendah (memiliki angka ISO rendah) membutuhkan sorotan (Inggris: exposure) yang lebih lama sehingga disebut slow film, sedangkan ilm dengan kepekaan tinggi (memiliki angka ISO tinggi) membutuhkan exposure yang singkat.

No comments:

Post a Comment